********* CUN FARMS bersaudara
Ini bukan novel.Bukan pula sebuah cerpen, tapi ini kisah nyata tentang kisah perjalanan hidup mahluk-mahluk ababil yang aneh bin ajaib. Kisah tentang mahasiswa semester akhir yang menghabiskan sisa-sisa waktu mereka di kampus dengan keanehan dan kegilaan yang tiada henti.Disaat orang lain sibuk ternggelam dengan tumpukan buku untuk menyelesaikan skripsi, sibuk mencari info-info beasiswa untuk lanjut s2, terjebak dengan dunia kerja dan segala macam tetek bengek yang akan menjadi pegangan untuk masa depan, mereka justru memutuskan untuk keluar dari jalur, keluar dari rules yang slama ini tertanama dikepala mereka...aturan yang memang mereka rancang jauh sebelum menginjakkan kaki di bangku kuliah dan berstatus mahasiswa...lulus dengan IP memuaskan..melanjutkan sekolah keluar negri dan mencari kerja..itu doktrin tentang konsep ideal yang sudah selama ini tertanam di benak mereka. Satu tahun pertama kuliah semua berjalan normal, mereka mulai menjalani hidup dengan rancangan yang di buat tadi..rajin kuliah tanpa satupun absen kosong pun, tak pernah melewatkan satupun tugas-tugas yang bagi semua orang tentu saja sangat menjemukkan, mengambil 24 sks disetiap semester dengan nilai-nilai memuaskan adalah pilihan yang paling tepat bagi mereka.Di tahun kedua, mereka pun mulai larut dengan berbagai organisasi kampus akibat ancaman plus ajakan senior-senior yang selalu mengiming-imingkan mimpi besar kepada juniornya tentang arti penting sebuah organisai yaitu " Banyak orang-orang besar yang sukses dari organisasi" . Di tengah perjalanan mengejar akademik dan kesibukan ala-ala aktifis kampus, iman mereka pun mulai digoyahkan oleh sesuatu yang seringkali menjadi senjata penghancur terdashyat yang bernama CINTA. Layaknya manusia normal yang juga memiliki hati dan perasaan, merekapun mulai terjebak dengan sindrom indahnya jatuh cinta, love u, miss u, need u, tiba-tiba menjadi warna baru dalam kehidupan mereka, mereka pun larut dengan asmara yang maha dashyat, saling menyayangi, saling memberi dan saling memiliki. Sampai akhirnya sebuah bencana besar datang dalam kehidupan mereka. Cinta yang awalnya manis dan selalu membuat mereka tersenyum tiap hari kini tiba-tiba menjadi sesuatu yang sangat menakutkan. Terjadi banyak pembunuhan karakter, penghianatan, pengekangan, perbedaan,pemaksaan dan banyaknya aturan-aturan yang ditetapkan oleh pasangan masing-masing akhirnya membuat mereka kehilangan jati diri, mereka tiba-tiba menjadi sosok yang berbeda. Satu-satunya jalan yang harus ditempuh ketika dua hal yang berbeda tidak lagi dapat disatukan adalah dengan sebuah perpisahan. Depresi pun akhirnya melanda, menyesal, merasa kehilangan menjadi mahluk paling menderita dimuka bumi inipun menjadi santapan sehari-hari. Atas dasar kesamaan nasib, cerita, tempat dan kejadian inilah yang akhirnya mempertemukan kedelapan mahluk dengan karakter yang super duper berbeda ini kedalam sebuah jurang kegilaan yang menjadi awal lembaran cerita baru dalam hidup mereka. Sama-sama gagal dalam cinta, jenuh dengan rutinitas kampus, tugas-tugas, skripsi yang tak kunjung selesai, dan kesamaan visi misi untuk melupakan seseorang, akhirnya mmenyatukan mereka. Ibarat pengantin baru yang mengikrarkan akad sehidup semati, Uthie, Imut, Tikah, Yayat, Icha, Uban, Kamal dan Wana dengan sepenuh hati, jiwa dan raga berjanji untuk saling mengisi dalam lingkaran yang mereka namakan CUN FARMS.